Oleh : dr. Gemah Nuripah, Sp. Kj, M.Kes.

Insomnia merupakan istilah yang sudah cukup familiar bagi masyarakat kita, yaitu adanya gangguan tidur. Sebetulnya apa pengertian dari insomnia itu sendiri? Apakah bila suatu malam kita tidak bisa tidur, bisa disebut insomnia? Apakah penyebab insomnia dan bagaimana penanganannya?

Sebelum membahas tentang insomnia, ada baiknya kita membahas tentang tidur itu sendiri. Tidur merupakan proses alami yang merupakan salah satu ciri dari mahluk hidup. Tidak ada satu mahluk pun di muka bumi ini yang tidak pernah tidur. Saat tidur, manusia kehilangan kontak dengan lingkungan untuk sementara. Dan saat bangun, kontak dengan lingkungan terjadi lagi. Saat tidur terjadi pengaturan panas tubuh dan keseimbangan tubuh sehingga terjadi pemulihan tenaga. Saat tidur juga terjadi pelemasan otot-otot sehingga terjadi pelepasan ketegangan. Karena itulah saat bangun tidur kita merasa nyaman dan lebih segar.

Tidur yang mudah, bangun terasa segar, merupakan dambaan bagi seseorang yang sering mengalami insomnia. Pengertian insomnia adalah kesulitan masuk tidur, atau tidur tidak nyenyak, sering terbangun, atau bangun tidur terlalu dini. Seseorang baru disebut insomnia bila gangguan tidur itu terjadi paling sedikit tiga kali dalam seminggu, dan paling sedikit sudah terjadi selama satu bulan. Ciri insomnia yaitu tidurnya gelisah, tidak nyenyak, pagi hari merasa lelah baik fisik maupun mental, dan pada siang hari merasakan ketegangan atau mudah tersinggung. Ciri lain insomnia adalah terganggunya fungsi kehidupan sehari-hari, misalnya  fungsi sosial, pekerjaan dan fungsi kehidupan lainnya.

Dalam kehidupan seseorang, sudah bisa dipastikan pernah mengalami gangguan tidur dalam hidupnya dengan berbagai variasi penyebab. Apakah anda pun pernah mengalami gangguan tidur? Misalnya karena adanya rasa sakit yang mengganggu atau sebab lain. Saat kita mengalami sakit gigi tentu kita tidak bisa tidur nyenyak. Demikian pula bila kita sedang terserang sakit-sakit sendi, tentu tidur kita akan terganggu. Disamping adanya rasa sakit, gangguan tidur juga bisa disebabkan karena adanya perubahan suasana perasaan misalnya karena adanya rasa cemas, khawatir, kesedihan, dan lain-lain. Bisa juga karena ada sesuatu yang sedang berkecamuk dalam pikiran kita, entah itu mengingat hal-hal yang sudah terjadi di masa lalu, sehingga ada penyesalan, atau mengingat hal-hal yang belum terjadi sehingga timbul rasa cemas dan khawatir.

Seseorang yang tengah mengalami rasa takut yang berlebihan pun, bisa menyebabkan kesulitan tidur, baik ketakutan yang masih rasional atau pun yang tidak rasional. Ketakutan yang tidak rasional misalnya karena yakin akan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi, kecurigaan yang berlebih, misalnya akan ada orang-orang yang jahat yang melukai dirinya. Ketakutan pun bisa disebabkan karena gangguan persepsi, misalnya mendengar bisikan atau suara-suara yang tidak didengar oleh orang lain, atau melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.

 Penanganan insomnia tergantung dari penyebabnya. Bila karena ada rasa sakit, maka ditangani sakitnya, dengan berobat pada dokter yang berhubungan dengan sakitnya. Misalnya sakit gigi ke dokter gigi, nyeri sendi ke dokter penyakit dalam, atau bisa ke dokter ahli tulang (ortopedi). Bila gangguan tidur disertai dengan adanya rasa gelisah, cemas, atau kesedihan yang berkepanjangan, maka berkonsultasilah pada ahlinya yaitu dokter ahli kedokteran jiwa, yang disebut psikiater. Apalagi bila kesulitan tidur tersebut disebabkan karena adanya ketakutan yang tidak rasional, tentu berobatnya haruslah pada seorang psikiater.

Pengobatan untuk gangguan tidur yang ditangani oleh seorang psikiater tergantung dari penyakit atau gangguannya. Bila karena adanya gangguan cemas, maka diberikan obat anticemas, bila karena adanya gangguan depresi maka diberikan obat antidepresi, dan sebagainya. Jadi, insomnia itu tidak mesti diobati dengan obat tidur, karena hal tersebut hanya akan mengobati tidurnya secara sementara saja, sedangkan penyakit aslinya atau gangguan yang mendasarinya tidak diobati. Nah, bila anda mengalami insomnia, silakan dicari dulu penyebabnya apa, dan segeralah berobat pada dokter ahlinya yang tepat. (Gemah Nuripah, Psikiater Poli Jiwa RS.Muhammadiyah Bandung/ 12-09-2020)* Untuk informasi Pendaftaran dan Konsultasi, silahkan chat WA: 088289488745 (Bagian Pemasaran)