Agung Budi Sutiono, SpBS, PhD, DMSc

Spesialis Bedah Saraf RS Muhammadiyah Bandung

 Stroke merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung. Data menunjukan bahwa, angka kejadian stroke sekitar 3% terjadi di Amerika Serikat dari total populasi. Dimana kematian akibat stroke terjadi pada sekitar 1 orang dari 10 angka kematian yang ada. Di Cina, angka kejadian stroke berkisar antara 1.8-9.4% dan angka ini menunjukan lebih banyak terjadi di kota besar. Data di dunia menunjukan bahwa, 15 juta orang telah terserang penyakit stroke setiap tahunnya, sepertiganya tidak tertolong dan sepertiga lainnya mengalami kecacatan.

 gambar stroke

 Gambar 1. Penyebab stroke

Stroke secara umum dapat dibagi menjadi 2, yaitu stroke akibat sumbatan maupun perdarahan, atau bisa saja kombinasi dari keduannya. Oleh karena itu deteksi dini stroke sangatlah penting dengan melakukan ”Brain check up” 1 kali pertahun. Hal ini bisa membantu masyarakat untuk mencegah angka kesakitan dan kematian akibat stroke. Dari hasil pemeriksaan tersebut bisa dilakukan tindakan intervensi pembedahan apabila terjadi pelebaran pembuluh darah (aneurysm) yang berpotensi terjadi stroke perdarahan. Gambar 1 menunjukan proses terjadinya stroke.

Untuk itu perlulah kiranya untuk melakukan pemeriksaan secara rutin agar kejadian stroke dapat dideteksi secara dini. Mencegah lebih baik daripada mengobati, seperti kata pepatah tersebut yang sering disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Bagikan
Share on Facebook9
Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someonePrint this page