Kalau lihat Perawat atau dokter mainan WA, jangan langsung berburuk sangka. Bisa saja lagi konsul antar sesama tim kesehatan.

Pernah ngerasain begini? Toss.. kita sama.. 😎
Tapi sebelum marah-marah, pastikan dulu kita tahu aturan main IGD yaa..

Instalasi Gawat Darurat dibuat untuk menangani pasien gawat dan darurat. Masalahnya definisi gawat darurat menurut kita, belum tentu sama dengan definisi petugas IGD. Definisi gawat darurat yang dipakai adalah kasus yang mengancam nyawa, terkait pernafasan, sirkulasi, perdarahan dan penurunan kesadaran.

Penilaian awal yang dilakukan meliputi tensi, nadi, suhu badan, dan melihat adakah tanda tanda kegawatan. Juga dilihat GCS pasien. GCS? Apa ini? Ah, Rahasiaaa.. 🤭🤭

Jika pada penilaian awal kita gak masuk kriteria gawat darurat, kita hanya diobservasi untuk menunggu tindakan selanjutnya, sementara petugas menangani pasien lain yang lebih darurat. Nah, ini nih yang kadang bikin pasien baper dan merasa terpinggirkan, duuuh.. sini peyuk 🤗

Pernah lihat garis merah kuning hijau dan hitam di lantai IGD? Ini garis triase, jadi pasien dipilih dan dipilah berdasarkan kegawatan;

-Garis MERAH untuk kasus gawat dan darurat, mengancam nyawa, perlu ditangani segera, misalnya kecelakaan dengan perdarahan, sesak nafas, henti jantung dll.

-Garis KUNING untuk kasus gawat tapi tidak darurat, tidak mengancam nyawa. Misalnya luka lecet, luka robek tanpa perdarahan dll.

-Garis HIJAU untuk penyakit tidak gawat tidak darurat, misalnya demam, batuk pilek, sakit perut dan lainnya yang hanya membutuhkan observasi.

-Garis HITAM untuk pasien meninggal.

Berapa lama observasi di IGD?
Tergantung kasus. Kalau membutuhkan pemeriksaan laboratorium darah atau rontgen, ya jelas menunggu sampai hasil pemeriksaan ini keluar untuk dibuatkan kesimpulan diagnosa. Hasilnya diagnosa nantinya menentukan pasien boleh pulang atau harus rawat inap.

Jadi nanti gak ada rawat inap atas permintaan sendiri, karena pasien gak mau makan, infus aja dok, biar ada tenaga 😌

Kalau udah deal harus rawat inap, kenapa masih lama juga gak segera dibawa ke ruangan?

Karena masih harus menunggu komunikasi antar perawat IGD dan perawat di ruangan yang akan menerima kita. Dokter IGD juga masih harus menghubungi dokter ahli yang akan merawat pasien, melaporkan kondisi pasien, dan meminta advis pengobatan selanjutnya. Proses konsul ini juga makan waktu, apalagi kalau diselingi menangani pasien lain yang tiba tiba gawat.

Jadi kalau lihat dokter atau perawat mainan WA, jangan buru buru berburuk sangka. Kali aja ini lagi konsul hasil rontgen, jangan malah diem diem petugasnya difoto saat pegang hp, masukin ke grup, untuk kemudian dibully berjamaah.

Jadi gimana, di IGD harus berapa lama?
Ya tergantung kondisi sakit, tergantung hasil observasi, jenis pemeriksaan lab yang dibutuhkan, ketersediaan konsulennya, dan rasio pasien dibanding jumlah tenaga medis yang bertugas.

Mari sabar dan mengalah untuk mereka yang kondisinya lebih gawat, toh mereka juga orang, bukan gedebog pisang. Lain waktu, mungkin giliran kita yang didahulukan karena kondisi kita lebih gawat. Jadi bersyukurlah kalau kita tidak dapat prioritas, berarti kita masih masuk garis hijau 😇
.
.
Semoga info ini bermanfaat dan dapat di bagikan ke masyarakat awam 👍👍👍

sumber : Muhammad Kristyan Diapdw (profil facebook)