rad

Bersamaan dengan perkembangan teknologi alat-alat kedokteran, peranan radiologi cukup besar dalam menegakkan diagnosa penyakit vaskuler dengan berbagai macam teknik pemeriksaan yang disesuaikan dengan teknologi alat maupun modalitas yang tersedia. Demikian pula dengan alat-alat radiologi yang tersedia di RS Pusat Pertamina, dengan beberapa alat radiologi canggih yang dapat digunakan dalam penegakkan diagnosa penyakit vaskuler, diantaranya CT scan (multislice) 64 slice , MRI 1,5 Tesla dan Doppler Ultrasonography.

MULTISLICE CT SCAN
CT Scan merupakan salah satu modalitas radiologi dengan memanfaatkan sinar X ray dengan teknologi multipel detektor yang terus berkembang pesat sehingga gambaran yang dihasilkan semakin detail dengan potongan (slice) yang semakin banyak dengan ketebalan potongan yang semakin tipis dan waktu pemeriksaan yang semakin singkat, sehingga diharapkan dapat mendeteksi lesi/kelainan yang sangat kecil dan pasien merasa nyaman.

Pada teknik pemeriksaan akan mendapatkan informasi tentang adanya penyempitan atau obstruksi arteri, aneurysma dengan atau tanpa dissecting, arteriovenous malformation, deep vein thrombosis, pulmonary emboli, injury, vaskularisasi tumor, atherosklerosis maupun kondisi vaskuler lainnya.

Keuntungan pemeriksaan CT Angiopraphy diantaranya : (dikutip dari Radiologyinfo.Org/ACR/RSNA)
– Meningkatkan akurasi tindakan operasi
– Mendeteksi penyempitan maupun obstruksi pembuluh darah maupun abnormalitas lainnya sebelum dan sesudah terjadinya gejala klinis.
– Menghasilkan gambaran anatomi yang lebih detail dibandingkan MRI, terutama pada pembuluh darah kecil.
– Menggambaran detail pembuluh darah sebelum dilakukan kateterisasi.
– Dibandingkan kateterisasi , CT angiography lebih cepat, non invasive dan lebih sedikit kemungkinan terjadinya komplikasi serta biaya lebih murah.

Kerugian pemeriksaam CT Angiography diantaranya :
– Riwayat allergy terhadap media kontras iodium
– Tidak dapat dilakukan pada pasien dengan gagal ginjal maupun penurunan fungsi ginjal (borderline) karena akan memperburuk fungsi ginjal.
– Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil, karena adanya bahaya radiasi dan pengaruh kontras.
– Pada wanita menyusui , dilarang menyusui bayinya hingga 24-48 jam pasca pemeriksaan dengan kontras.

ULTRASONOGRAPHY
Ultrasonography merupakan modalitas radiologi yang memanfaatkan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran yang dihasilkan sesuai dengan panjang gelombang suara pantulan pada masing-masing organ. Doppler Ultrasonography merupakan salah satu teknik pemeriksaan yang dipergunakan untuk mendeteksi pembuluh darah, baik struktur maupun aliran (patency). Teknik ini dapat digunakan pada pembuluh darah seluruh organ tubuh seperti organ jantung, abdomen maupun ekstremitas.
Keuntungan pemeriksaan Doppler Ultrasonography :
– Hampir ditemukan resiko pada pasien
– Tidak terpapar radiasi
– Biaya lebih murah
– Tidak membutuhkan persiapan

Kerugian pemeriksaan Doppler Ultrasonography :
– Waktu pemeriksaan lebih lama dan sangat tergantung dari keahlian operator

MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI)
MRI (Magnetic resonance Imaging) merupakan modalitas radiologi yang memanfaatkan medan magnet dan gelombang radiomagnetic yang dapat menghasilkan gambaran 2 dimensi dan 3 dimensi organ-organ tubuh seperti kepala, leher,jantung, thoraks, abdomen, pelvis, extremitas bawah dan atas. MRI dapat pula digunakan untuk mendeteksi pembuluh darah dan dinamakan MRA (magnetic resonance Angiography) yang dapat membantu klinisi untuk mendiagnosa adanya kelainan vaskuler seperti aneurysma, dissecting aorta, AVM, kelainan jantung, inflamasi pembuluh darah (vaskulitis), Atherosklerosis.
Keuntungan pemeriksaan MR Angiography:(dikutip dari Radiologyinfo.Org/ACR/RSNA)
– Pemeriksaan Noninvasive yang tidak menggunakan radiasi sinar X
– Non Invasive dimana Gambaran pembuluh darah dan aliran pembuluh darah dapat terdeteksi tampak harus menggunakan kateterisasi
– Waktu yang digunakan untuk pemeriksaan lebih singkat dibandingkan dengan catheter angiography
– Biaya lebih murah dibandingkan catheter angiography
– Pada pemeriksaan MRA tanpa kontras, pembuluh darah sudah dapat terdeteksi dengan jelas.
– Kontras yang digunakan pada MRA lebih sedikit menyebabkan allergi dibandingkan kontras iodine pada pemeriksaan CT Scan.

Kerugian pemeriksaan MR Angiography : – Tidak dapat dilakukan pada pasien dengan riwayat pemasangan implan metal dalam tubuh.
– Tidak dapat dilakukan pada pasien dengan gejala klaustrophobia, namun dapat dilakukan dengan batuan obat penenang (sedasi)
– Komplikasi nefrogenic systemic akibat penggunaan kontras, namun sangat jarang, karena komplikasi terjadi bila kontras diberikan pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal yang berat.
– Pada pasien menyusui, maka di anjurkan untuk tidak menyusui dalam waktu 24-48 jam post pemberian kontras.