Bandung, 11 April 2018 — Penyakit diabetes masih menjadi penyakit berbahaya dan menjadi penyakit pembunuh nomor 3 di Indonesia setelah stroke dan jantung koroner. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus turut mengendalikan faktor risiko munculnya penyakit tidak menular ini. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) diperkirakan jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai angka 10,3 juta orang pada 2017. Proyeksi tersebut diprediksi meningkat mencapai 16,7 juta pada tahun 2045, sekitar 53,7% di antaranya tidak terdiagnosa. Saat ini Indonesia berada pada peringkat keenam sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia (warta ekonomi.co.id)

Maka dari itu untuk mengurangi resiko terkena penyakit diabtetes RS. Muhammadiyah bekerjasama dengan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) unit RSMB melaksanakan senam rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu dan Sabtu pada jam 07.00 – 08.00 bertempat di depan Gedung Auditorium RS. Muhammadiyah Bandung Jl. Banteng Dalam No. 2 Bandung. Tampak dalam Foto segenap karyawan RS. Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan senam diabet yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu.

Kegiatan senam sendiri merupakan salah satu program rumah sakit untuk membudayakan kegiatan olah raga dan mempromosikan budaya hidup sehat baik di internal karyawan maupun kepada masyarakat sekitar. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Komite Olah Raga RS. Muhammadiyah Bandung, H. Drs. Jamjam Erawan “ Senam yang disenggarakan oleh rumah sakit merupakan program spesialis penyakit dalam yang bertujuan untuk menjaga kebugaran sekaligus kesehatan dan tentunya bagi kami juga merupakan sarana dakwah kepada masyarakat”.

Maka dari itu kepada masyarakat Kota Bandung terkhusus masyarakat di sekitar RS. Muhammadiyah Bandung yang ingin melakukan atau membiasakan senam pagi bisa bergabung dengan kami setiap hari Rabu dan Sabtu. Mari kita sama-sama membudayakan hidup sehat salah satunya dengan berolah raga secara teratur.