Bandung, 11 Mei 2018 — RS. Muhammadiyah Bandung melaksanakan kegiatan silaturahim dan pengajian qabla ramadhan di gedung Auditorium RS. Muhammadiyah Bandung yang dihadiri oleh Direksi, karyawan rumahsakit, pimpinan muhammadiyah dan tamu undangan lainnya. Acara silaturahim dan pengajian qabla ramadhan ini merupakan kegiatan rutin rumah sakit setiap tahunnya dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ramadhan yang dilaksanakan di RumahSakit Muhammadiyah Bandung.

Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menjadi narasumber pada acara silaturahim dan pengajian tersebut. Dalam sambutannya Direksi RS. Muhammadiyah Bandung yang diwakili oleh Wakil DirekturUmum, Keuangan dan SDI Budi Sadarman, SE., MM menyampaikan “Rasa terimakasihnya kepada Bapak Abdul Mu’ti selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang sudah bersedia memenuhi undangan kami, silaturahim dan pengajian ini juga menjadi syukuran atas hasil akreditasi Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung yang telah berhasil meraih predikat Paripurna.”

Dalam sambutannya Dr. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa PP Muhammadiyah selama ini terus mengamati perkembangan rumah sakit termasuk dalam hal ini RS. Muhammadiyah Bandung “Saya menyampaikan selamat dan apresiasi serta kebanggaan saya, atas hasil akreditasi Paripurna yang sudah di raih oleh Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, ini saya kira buah dari kerja keras, selakigus juga kerja ikhlas, dan kerja cerdas serta kerja tuntas dari seluruh jajaran Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung.” Senada dengan yang disampaikan dalam tausyiah, Direktur RS. Muhammadiyah Bandung dr. Hj. Tety H. Rahim Sp.THT-KL., M.Kes., MH.Kes., menyampaikan “Pengajian qabla ramadhan saat ini sangat menyentuh dan jika dapat dilaksanakan dalam kehidupan kita yaitu berkata dan bertindak jujur akan membuat kehidupan kita menjadi tenang serta membangun kepercayaan terhadap orang lain.”

Seluruh karyawan diharapkan terus bersyukur atas raihan dan pencapaian ini dengan cara terus meningkatkan layanan dan memperbaiki kekurangan kita selama ini. Bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari ke depan harus menjadi tazkiyah yang mampu menjadi sarana kita semua untuk mensucikan diri kita semua dan tarbiyah menjadi sarana kita semua untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita semua, sehingga setelah Ramadhan terlihat jelas perbedaannya dari sebelumnya. Jangan sampai kita semua melalui Ramadhan tahun ini tak mendapatkan perubahan apa-apa termasuk dalam hal ini ketenangan dan kebahagian hidup. Sehabis acara tausyiah selesai dilaksanakan, para karyawan, direksi, dan tamu undangan bersalam-salaman sekaligus saling memaafkan satu sama lain sebagai bagian dari upaya mempersiapkan diri menghadapi ramadhan.